PULLI PENGGERAK (DRIVE PULLEY)
Wednesday, February 3, 2010
V MATIC HONDA VARIO
PULLI PENGGERAK (DRIVE PULLEY)
Tuesday, February 2, 2010
MICROMETER
- AnvilPenumpu tetap benda kerja yang akan diukur. Anvil ditempelkan terlebih dulu pada benda kerja yang akan dikur sebelum Spindle ditempelkan kemudian dengan memutar Thimble.
- Spindle
Spindle adalah poros yang diputar melalui Thimble sehingga bergerak maju atau mundur untuk menyesuaikan ukuran benda yang diukur. Selanjutnya ujung Spindle akan menempel pada sisi lain dari benda yang akan diukur.
- Sleeve
Sleeve adalah poros berlubang yang berulir tempat Spindle dan Thimble bergerak maju atau mundur.
- Inner Sleeve
Inner Sleeve adalah bagian dalam dari Sleeve yang berulir yang berpasangan dengan ulir Spindle.
- Outer Sleeve
Outer Sleeve merupakan bagian luar Sleeve yang terdapat Skala Pengukuran yaitu Skala Atas dan Bawah.
- Thimble
Ujung kanan Digunakan untuk memutar maju Spindle ketika masih belum berdekatan dengan benda yang akan diukur atau untuk memutar mundur untuk melepaskan dari benda kerja yang diukur.
Pada bagian ujung kiri Spindle terdapat Skala Pengukuran yaitu Skala Samping
- Skala PengukuranSkala pengukuran pada Micrometer terdiri dari :
- Skala Atas (A) menunjukkan ANGKA DI DEPAN KOMA.
- Skala Bawah (B) menunjukkan nilai 0,50 mm dari Skala Atas.
- Skala Samping (S) menunjukkan ANGKA DI BELAKANG KOMA.
Range | Batang Kalibrasi |
0 ~ 25 mm | - |
25 ~ 50 mm | 25 mm |
50 ~ 75 mm | 50 mm |
75 ~ 100 mm | 75 mm |
100 ~ 125 mm | 100 mm |
10. Tangkai
Spesifikasi Range | Ukuran benda (mm) | Tulisan angka pada Skala Pengukuran | |
Minimal | Maksimal | ||
0 ~ 25 mm | 0 | 25 | Dimulai dari angka 0 sampai 25 |
25 ~ 50 mm | 25 | 50 | Dimulai dari angka 25 sampai 50 |
50 ~ 75 mm | 50 | 75 | Dimulai dari angka 50 sampai 75 |
75 ~ 100 mm | 75 | 100 | Dimulai dari angka 75 sampai 100 |
100 ~ 125 mm | 100 | 125 | Dimulai dari angka 0 sampai 25 |
- Bersihkan alat ukur yang akan digunakan.
- Tempatkan Micrometer pada Ragum dengan menjepitnya pada bagian Tangkai Micrometer
- Ambil Batang Kalibrasi yang sesuai Range-nya dan tempelkan salah satu ujungnya pada Anvil. (Pada Micrometer dengan Spesifikasi Range 0 ~ 25 mm tidak menggunakan Batang Kalibrasi).
- Putar Thimble sehingga unjung Spindle mendekati ujung lainnya dari Batang Kalibrasi.
- Putar Ratchet Stopper untuk mengencangkan Spindle hingga terdengar suara sebanyak 2 ~ 3 putaran. (Pastikan posisi Batang Kalibrasi sudah benar atau tidak miring).
- Baca hasil kalibrasi. Hasil kalibrasi yang benar adalah :
- Jika kondisi tersebut tidak tercapai, maka lakukan hal berikut :
- Kuncilah Spindel dengan Pengunci Spindle.
- Ambil Kunci Penyetel (Adjuster Clamp) yang disertakan pada alat ukur.
- Masukkan ujung Kunci Penyetel pada lubang yang terdapat pada Outer Sleeve.
- Putar Outer Sleeve dengan Kunci Penyetel sehingga diperoleh kalibrasi yang benar.
- Periksa kembali kalibrasi.
- Jika hal tersebut tidak juga mendapatkan kalibrasi yang benar, maka lakukan hal berikut :
- Kuncilah Spindel dengan Pengunci Spindle.
- Ambil Kunci Penyetel (Adjuster Clamp) yang disertakan pada alat ukur.
- Masukkan ujung Kunci Penyetel pada lubang yang terdapat pada Ratchet Stopper.
- Kendorkan Stopper sampai Thimble bebas.
- Luruskan strip angka 0 pada Skala Samping dengan Garis Tengah Sleeve.
- Kencangkan kembali Ratchet Stopper.
- Periksa kembali kalibrasi.
- Alat ukur Micrometer siap untuk digunakan.
- Pegang Micrometer pada Tangkai dan posisikan Anvil pada salah satu sisi benda kerja dengan benar.
- Putar Thimble untuk mendekatkan ujung Spindle dengan benda kerja.
- Jika ujung Spindle sudah dekat dengan benda kerja, putar Ratchet Stopper untuk mengencangkannya.
PENTING : Jangan mengencangkan Spindle pada benda kerja dengan memutar pada Thimble. |
- Periksa bahwa Anvil dan ujung Spindle menempel dengan benar pada benda kerja (tidak miring). Micrometer harus dapat digerakkan maju dan mundur. Anvil dan ujung spindle terasa menggesek pada benda kerja.
- Kunci dengan Lock Clamp.
- Catat hasil pengukuran
- Skala Atas (A) menunjukkan ANGKA DI DEPAN KOMA.
Pembacaan pada Skala Atas sama halnya seperti membaca Penggaris biasa. Penunjukan angka pada Skala Atas ini adalah sesuai dengan Range (jangkauan). (Baca Spesifikasi Range) .
Besarnya Nilai Skala Atas ditunjukkan oleh strip yang paling dekat dengan Skala Samping. - Skala Bawah (B) menunjukkan nilai 0,50 mm dari Skala Atas.
- Perhatikan Skala Samping berhimpit dengan strip pada Skala Atas atau Skala Bawah.
- Jika Skala Samping berhimpit dengan strip pada Skala Atas, maka Nilai B = 00 (0,00 mm)
- Jika Skala Samping berhimpit dengan strip pada Skala Bawah, maka Nilai B = 50 (0,50 mm). Ini mengindikasikan bahwa ukuran pada Skala Atas sudah mencapai atau melebihi 0,50 mm.
- Skala Samping (S) menunjukkan ANGKA DI BELAKANG KOMA.Skala Samping terbagi dalam 50 strip. Satu putaran Thimble akan mengakibatkan Skala Samping berputar maju atau mundur sebanyak 0,50 mm. Ini berarti bahwa pergeseran tiap strip Skala Samping bernilai 0,01 mm. Nilai ini adalah nilai terkecil yang dapat diukur. Dan ini berarti bahwa ketelitiannya adalah 0,01 mm.Nilai Skala Samping ini selajutnya akan ditambahkan pada Nilai Skala Bawah (B).
A,(B + S) | A = Skala Atas B = Skala Bawah S = Skala Samping |
SISTEM PENDINGINAN (1)
Prinsip Pendinginan Pada Mesin Kendaraan
Prinsip sistem pendinginan pada mesin kendaraan adalah mempertahankan suhu mesin sekitar 80o ~ 90o. Kondisi mesin kendaraan pada kisaran suhu tersebut dianggap kondisi paling optimal untuk menghasilkan pembakaran yang sempurna. Kondisi mesin di bawah kisaran suhu tersebut menyebabkan suhu pemampatan gas di bawah kondisi ideal. Akibatnya ada sebagian gas yang tidak terbakar sehingga tenaga mesin berkurang dan boros bahan bakar. Kondisi suhu mesin di atas kisaran tersebut menyebabkan suhu pemampatan gas terlalu panas. Akibatnya gas akan terbakar sebelum waktunya. Tenaga ledakan pembakaran tidak tepat waktunya untuk mendorong piston. Alhasil, tenaga mesin pun juga berkurang dan boros bahan bakar.
Model Pendinginan
Sistem pendinginan pada mesin kendaraan dibedakan menjadi dua macam, yaitu :
- Sistem Pendingan Udara (Air Cooling)
Sistem pendinginan ini adalah dengan memanfaatkan aliran udara. Pada kendaraan bermotor, aliran udara diperoleh dari udara alami, seperti sistem pendinginan pada sepeda motor atau dengan menggunakan kipas angin seperti pada mesin stasioner.
Mesin yang menggunakan sistem pendinginan udara, pada dinding luar blok silinder terdapat sirip-sirip pendingin yang berfungsi untuk mempercepat proses pelepasan panas ketika ada aliran udara
- Sistem Pendinginan Air (Water Cooling)
Sistem pendinginan ini menggunakan media air untuk mendinginkan mesin. Air disirkulasikan pada bagian-bagian mesin yang panas menggunakan pompa air. Setelah menyerap panas, air kemudian didinginkan melalui radiator. Air yang sudah dingin disirkulasikan kembali ke mesin dan seterusnya sehingga juga mesin terjaga.
Mesin yang menggunakan sistem pendinginan air, pada kepala dan blok silinder terdapat rongga-rongga yang merupakan saluran air pendingin (Water Jacket).
Monday, February 1, 2010
MESIN DIESEL (3)
Ruang Pembakaran (Combustion Chamber)
SISTEM PELUMASAN
- Membentuk lapisan (oil film) untuk mencegah kontak langsung logam dengan logam untuk mengurangi gesekan dan mencegah keausan dan panas.
- Sebagai pendingin bagian-bagian yang panas akibat gesekan.
- Sebagai seal (penyekat) antara piston dan dinding silinder untuk mecegah kebocoran kompresi.
- Mengeluarkan kotoran dari bagian-bagian mesin.
- Mencegah karat.
- Sistem percikanSistem ini digunakan pada mesin-mesin kendaraan konvensional.
- Sistem tekananSistem ini menggunakan pompa oli untuk mensirkulasikan oli. Hampir semua mesin kendaraan sekarang ini menggunakan tipe ini.
- Sistem kombinasi percikan dan tekanan
- Oil Pan (Bak Oli)
- Oil Strainer (Saringan Oli)
- Oil Pump (Pompa Oli)
- Deepstick (Pengukur Permukaan Oli)
- Oil Pressure Switch (Sensor Tekanan Oli)
- Oil Filter (Saringan Oli)

.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)