Wednesday, February 3, 2010

V MATIC HONDA VARIO


Sistem V-Matic memberikan perubahan otomatis dari perbandingan penggerak sewaktu diameter dari drive pulley (pulli penggerak) di atas mana sabuk penggerak (drive belt) berjalan menjadi makin besar/kecil sesuai dengan kecepatan mesin.

KOMPONEN-KOMPONEN SISTEM


PULLI PENGGERAK (DRIVE PULLEY)
Pulli penggerak (drive pulley) yang dipasang pada crankshaft (poros engkol), terdiri dari drive pulley face, drive face boss, movable drive face, weight roller, dan ramp plate.
Bandul penggelinding (weight rollers) terletak antara muka penggerak yang dapat berpindah (movable drive face) dan pelat melandai (ramp plate) yang terpasang tetap pada crankshaft. Weight rollers bergerak keluar/kedalam sesuai dengan gaya sentrifugal yang dihasilkan oleh perputaran crankshaft. Sewaktu weight rollers bergerak, movable drive face bergeser secara aksial pada crankshaft, dengan demikian mengubah jarak antara muka pulli penggerak (drive pulley face) dan movable drive face. Hasilnya adalah diameter yang berubah-ubah dari drive pulley di atas mana sabuk penggerak (drive belt) berjalan.

PULLI YANG DIGERAKKAN (DRIVEN PULLEY)

Pulli yang digerakkan (driven pulley), yang dipasang pada poros penggerak (driveshaft), terdiri atas muka digerakkan yang dapat berpindah (movable driven face), muka yang digerakkan yang tetap (fixed driven face) dan pegas (spring). Movable driven face bergeser secara aksial pada poros (shaft) dengan menerima tegangan dari sabuk penggerak (drive belt) yang panjangnya tetap, jadi mengubah jarak antara movable driven face dan driven face. Hasilnya adalah diameter yang berubah-ubah dari driven pulley di atas mana drive belt berjalan.
AUTOMATIC CENTRIFUGAL CLUTCH

Kopeling sentrifugal otomatis (automatic centrifugal clutch), yang terpasang pada movable driven face, terdiri atas sepatu sentrifugal kopeling (centrifugal clutch shoe), pegas pengembalian (return spring) dan bagian luar kopeling (clutch outer).
Sewaktu kecepatan berputar dari movable driven face meningkat, clutch shoes mengembang akibat gaya sentrifugal yang makin besar. Akibatnya, clutch shoes menggerakkan clutch outer yang terpasang tetap pada driveshaft. Driveshaft meneruskan torsi ke roda belakang melalui roda gigi reduksi akhir (final reduction gear).

Tuesday, February 2, 2010

MICROMETER





A. FUNGSI & KETELITIAN
FUNGSI
Outside Micrometer adalah alat ukur presisi yang digunakan untuk mengukur dimensi luar suatu benda, seperti tebal atau diameter luar poros.
KETELITIAN
Secara umum Micrometer mempunyai ketelitian 0,01 mm. Namun ada juga yang mempunyai ketelitian hingga 0,001 mm.
     
                                 Micrometer (Inchi)                          Micrometer (Milimeter) dengan ketelitian 0,01 mm

Micrometer (Milimeter) dengan ketelitian 0,001 mm

B. BAGIAN-BAGIAN
Bagian-bagian Micrometer terdiri dari :
  1. AnvilPenumpu tetap benda kerja yang akan diukur. Anvil ditempelkan terlebih dulu pada benda kerja yang akan dikur sebelum Spindle ditempelkan kemudian dengan memutar Thimble.
  2. Spindle
    Spindle adalah poros yang diputar melalui Thimble sehingga bergerak maju atau mundur untuk menyesuaikan ukuran benda yang diukur. Selanjutnya ujung Spindle akan menempel pada sisi lain dari benda yang akan diukur.
  3. Sleeve
    Sleeve adalah poros berlubang yang berulir tempat Spindle dan Thimble bergerak maju atau mundur.
    1. Inner Sleeve
      Inner Sleeve adalah bagian dalam dari Sleeve yang berulir yang berpasangan dengan ulir Spindle.
    2. Outer Sleeve
      Outer Sleeve merupakan bagian luar Sleeve yang terdapat Skala Pengukuran yaitu Skala Atas dan Bawah.
  4. Thimble
    Ujung kanan Digunakan untuk memutar maju Spindle ketika masih belum berdekatan dengan benda yang akan diukur atau untuk memutar mundur untuk melepaskan dari benda kerja yang diukur.
    Pada bagian ujung kiri Spindle terdapat Skala Pengukuran yaitu Skala Samping
  5. Skala Pengukuran
    Skala pengukuran pada Micrometer terdiri dari :

    1. Skala Atas (A) menunjukkan ANGKA DI DEPAN KOMA.
    2. Skala Bawah (B) menunjukkan nilai 0,50 mm dari Skala Atas.
    3. Skala Samping (S) menunjukkan ANGKA DI BELAKANG KOMA. 
6. Batang Kalibrasi
   Batang Kalibrasi disertakan pada alat ukur dan digunakan untuk melakukan kalibrasi (kecuali pada Micrometer dengan Range 0 - ~25 mm). Panjang Batang Kalibrasi adalah sesuai dengan Range minimal Micrometer.
Range
Batang Kalibrasi
0 ~ 25 mm
-
25 ~ 50 mm
25 mm
50 ~ 75 mm
50 mm
75 ~ 100 mm
75 mm
100 ~ 125 mm
100 mm
7. Kunci Penyetel (Adjuster Clamp)
  Kunci Penyetel adalah alat yang digunakan untuk memutar Outer Sleeve atau Ratchet Stopper untuk mendapatkan kalibrasi yang benar.
8. Ratchet Stopper
    Digunakan untuk memutar Spindle ketika ujung Spindle sudah mendekati benda kerja yang akan diukur dan kemudian untuk mengencangkannya sehingga terdengar bunyi. Untuk memastikan ujung Spindle sudah menempel dengan rapat pada benda kerja yang diukur, Ratchet Stopper diputar sebanyak 2 ~ 3 putaran.
9. Pengunci Spindle (Lock Clamp)
Ketika ujung Spindle sudah menempel dengan benar dan Ratchet Stopper sudah diputar 2 ~ 3 putaran (terdengar bunyi), Spindle harus dikunci dengan memutar Lock Clamp ke arah kiri agar Spindle tidak bergeser ketika Micrometer dilepas dari benda kerja yang diukur untuk dilakukan pembacaan hasil pengukuran.
10. Tangkai


Tangkai merupakan bagian dimana pada bagian inilah Micrometer dipegang dengan tangan kiri (kecuali kidal) pada saat penguuran dan dijepitkan pada ragum ketika dilakukan kalibrasi.
    C. SPESIFIKASI RANGE (JANGKAUAN)
    Micrometer mempunyai spesifikasi yang bervariasi menurut jangkauan (RANGE) benda kerja yang dapat diukur. Spesifikasi range tersebut ada dikarenakan disainnya untuk mendapatkan hasil pengukuran yang benar sesuai besarnya ukuran benda kerja yang diukur.
    Ukuran spesifikasi Range Micrometer biasanya tertulis pada Tangkai Micrometer beserta spesifikasi ketelitiannya.
    Spesifikasi Range diartikan sebagai :
    "UKURAN MINIMAL DAN MAKSIMAL BENDA YANG DAPAT DIUKUR"
    Spesifikasi Range Micrometer yang ada adalah sebagai berikut :
    Spesifikasi
    Range
    Ukuran benda (mm)
    Tulisan angka pada Skala Pengukuran
    Minimal
    Maksimal
    0 ~ 25 mm
    0
    25
    Dimulai dari angka 0 sampai 25
    25 ~ 50 mm
    25
    50
    Dimulai dari angka 25 sampai 50
    50 ~ 75 mm
    50
    75
    Dimulai dari angka 50 sampai 75
    75 ~ 100 mm
    75
    100
    Dimulai dari angka 75 sampai 100
    100 ~ 125 mm
    100
    125
    Dimulai dari angka 0 sampai 25

    D. KALIBRASI ALAT UKUR
    Untuk mendapatkan hasil pengukuran yang akurat, maka alat ukur harus dikalibrasi terlebih dulu sebelum digunakan untuk pengukuran.
    Kalibrasi pada Micrometer adalah sebagai berikut :
    1. Bersihkan alat ukur yang akan digunakan.
    2. Tempatkan Micrometer pada Ragum dengan menjepitnya pada bagian Tangkai Micrometer
    3. Ambil Batang Kalibrasi yang sesuai Range-nya dan tempelkan salah satu ujungnya pada Anvil. (Pada Micrometer dengan Spesifikasi Range 0 ~ 25 mm tidak menggunakan Batang Kalibrasi).
    4. Putar Thimble sehingga unjung Spindle mendekati ujung lainnya dari Batang Kalibrasi.
    5. Putar Ratchet Stopper untuk mengencangkan Spindle hingga terdengar suara sebanyak 2 ~ 3 putaran. (Pastikan posisi Batang Kalibrasi sudah benar atau tidak miring).

    1. Baca hasil kalibrasi. Hasil kalibrasi yang benar adalah :
      1. Skala Samping berhimpit dengan strip yang menunjukkan angka NOL (0) pada Skala Atas.
      2. Angka NOL (0) pada Skala Samping tepat segaris dengan garis tengah Sleeve.




    1. Jika kondisi tersebut tidak tercapai, maka lakukan hal berikut :
      1. Kuncilah Spindel dengan Pengunci Spindle.
      2. Ambil Kunci Penyetel (Adjuster Clamp) yang disertakan pada alat ukur.
      3. Masukkan ujung Kunci Penyetel pada lubang yang terdapat pada Outer Sleeve.
      4. Putar Outer Sleeve dengan Kunci Penyetel sehingga diperoleh kalibrasi yang benar.
      5. Periksa kembali kalibrasi.
    2. Jika hal tersebut tidak juga mendapatkan kalibrasi yang benar, maka lakukan hal berikut :
      1. Kuncilah Spindel dengan Pengunci Spindle.
      2. Ambil Kunci Penyetel (Adjuster Clamp) yang disertakan pada alat ukur.
      3. Masukkan ujung Kunci Penyetel pada lubang yang terdapat pada Ratchet Stopper.
      4. Kendorkan Stopper sampai Thimble bebas.
      5. Luruskan strip angka 0 pada Skala Samping dengan Garis Tengah Sleeve.
      6. Kencangkan kembali Ratchet Stopper.
      7. Periksa kembali kalibrasi.
    3. Alat ukur Micrometer siap untuk digunakan.
    E. CARA PENGUKURAN
    Setelah dikalibrasi, pengukuran pada benda kerja dilakukan dengan cara sebagai berikut :
    1. Pegang Micrometer pada Tangkai dan posisikan Anvil pada salah satu sisi benda kerja dengan benar.
    2. Putar Thimble untuk mendekatkan ujung Spindle dengan benda kerja.
    3. Jika ujung Spindle sudah dekat dengan benda kerja, putar Ratchet Stopper untuk mengencangkannya.
    PENTING : Jangan mengencangkan Spindle pada benda kerja dengan memutar pada Thimble.
    1. Periksa bahwa Anvil dan ujung Spindle menempel dengan benar pada benda kerja (tidak miring). Micrometer harus dapat digerakkan maju dan mundur. Anvil dan ujung spindle terasa menggesek pada benda kerja.
    2. Kunci dengan Lock Clamp.
    3. Catat hasil pengukuran

    F. PEMBACAAN HASIL PENGUKURAN
    Pembacaan hasil pengukuran dengan Micrometer meliputi pembacaan pada Skala Atas, Skala Bawah dan Skala Samping.
    1. Skala Atas (A) menunjukkan ANGKA DI DEPAN KOMA.
      Pembacaan pada Skala Atas sama halnya seperti membaca Penggaris biasa. Penunjukan angka pada Skala Atas ini adalah sesuai dengan Range (jangkauan). (Baca Spesifikasi Range) .
      Besarnya Nilai Skala Atas ditunjukkan oleh strip yang paling dekat dengan Skala Samping.
    2. Skala Bawah (B) menunjukkan nilai 0,50 mm dari Skala Atas.
      1. Perhatikan Skala Samping berhimpit dengan strip pada Skala Atas atau Skala Bawah.
      2. Jika Skala Samping berhimpit dengan strip pada Skala Atas, maka Nilai B = 00 (0,00 mm)
      3. Jika Skala Samping berhimpit dengan strip pada Skala Bawah, maka Nilai B = 50 (0,50 mm). Ini mengindikasikan bahwa ukuran pada Skala Atas sudah mencapai atau melebihi 0,50 mm.
      1. Skala Samping (S) menunjukkan ANGKA DI BELAKANG KOMA.
        Skala Samping terbagi dalam 50 strip. Satu putaran Thimble akan mengakibatkan Skala Samping berputar maju atau mundur sebanyak 0,50 mm. Ini berarti bahwa pergeseran tiap strip Skala Samping bernilai 0,01 mm. Nilai ini adalah nilai terkecil yang dapat diukur. Dan ini berarti bahwa ketelitiannya adalah 0,01 mm.
        Nilai Skala Samping ini selajutnya akan ditambahkan pada Nilai Skala Bawah (B).
      Pembacaan hasil pengukuran dengan Micrometer adalah dengan menggunakan rumus :
      A,(B + S)
      A = Skala Atas
      B = Skala Bawah
      S = Skala Samping

      Contoh cara pembacaan hasil pengukuran :    
      Pada gambar di samping menunjukkan bahwa :
      A = 2
      B = 00 (Skala Samping berhimpit dengan Skala Atas)
      S = 20
      Jadi ukurannya adalah :
      A,(B+S)    = 2, (00 + 20)
          = 2,20 mm

      Pada gambar di samping menunjukkan :
      A = 3
      B = 50 (Skala Samping berhimpit dengan Skala Bawah)
      S = 33
      Jadi ukurannya adalah :
      A,(B+S)    = 3, (50 + 33)
          = 3,83 mm
                                     5,(00 + 20) = 5,20 mm                                  4,(50 + 46) = 4,96 mm
                               52,(00 + 30) = 52,30 mm                        28,(50 + 33) = 28,83 mm

      SISTEM PENDINGINAN (1)

      Prinsip Pendinginan Pada Mesin Kendaraan

      Prinsip sistem pendinginan pada mesin kendaraan adalah mempertahankan suhu mesin sekitar 80o ~ 90o. Kondisi mesin kendaraan pada kisaran suhu tersebut dianggap kondisi paling optimal untuk menghasilkan pembakaran yang sempurna. Kondisi mesin di bawah kisaran suhu tersebut menyebabkan suhu pemampatan gas di bawah kondisi ideal. Akibatnya ada sebagian gas yang tidak terbakar sehingga tenaga mesin berkurang dan boros bahan bakar. Kondisi suhu mesin di atas kisaran tersebut menyebabkan suhu pemampatan gas terlalu panas. Akibatnya gas akan terbakar sebelum waktunya. Tenaga ledakan pembakaran tidak tepat waktunya untuk mendorong piston. Alhasil, tenaga mesin pun juga berkurang dan boros bahan bakar.

      Model Pendinginan

      Sistem pendinginan pada mesin kendaraan dibedakan menjadi dua macam, yaitu :

      1. Sistem Pendingan Udara (Air Cooling)

        Sistem pendinginan ini adalah dengan memanfaatkan aliran udara. Pada kendaraan bermotor, aliran udara diperoleh dari udara alami, seperti sistem pendinginan pada sepeda motor atau dengan menggunakan kipas angin seperti pada mesin stasioner.

        Mesin yang menggunakan sistem pendinginan udara, pada dinding luar blok silinder terdapat sirip-sirip pendingin yang berfungsi untuk mempercepat proses pelepasan panas ketika ada aliran udara

      2. Sistem Pendinginan Air (Water Cooling)

        Sistem pendinginan ini menggunakan media air untuk mendinginkan mesin. Air disirkulasikan pada bagian-bagian mesin yang panas menggunakan pompa air. Setelah menyerap panas, air kemudian didinginkan melalui radiator. Air yang sudah dingin disirkulasikan kembali ke mesin dan seterusnya sehingga juga mesin terjaga.

        Mesin yang menggunakan sistem pendinginan air, pada kepala dan blok silinder terdapat rongga-rongga yang merupakan saluran air pendingin (Water Jacket).

      Monday, February 1, 2010

      MESIN DIESEL (3)


      Ruang Pembakaran (Combustion Chamber)


      Ruang pembakaran adalah ruang yang tercipta diantara piston (pada posisi TMA), blok silinder, dan kepala silinder. Pada ruang inilah ledakan utama terjadi. Pada kendaraan mesin diesel, terdapat beberapa tipe ruang pembakaran yang berbeda menurut sistem penginjeksian bahan bakar.
      Tipe ruang melingkar (Swirl chamber) 

      Gambar A adalah tipe Swirl Chamber, dimana bahan bakar tidak langsung diinjeksikan ke ruang pembakaran utama, tetapi ke Swirl Chamber terlebih dulu. Swirl Chamber memiliki ruang melingkar berbentuk bola pada bagian atas ruang pembakaran utama. Ruang melingkar (swirl chamber) menghubungkan ruang pembakaran dengan saluran pemindah (transfer passage). Selama kompresi, udara mengalir ke dalam ruang melingkar untuk menciptakan putaran angin yang kuat. Nozzle injeksi menginjeksikan bahan bakar ke dalam ruang melingkar (swirl chamber).

      Tipe injeksi langsung Direct Injection type
      Gambar B adalah tipe ruang pembakaran dimana bahan bakar diinjeksikan secara langsung ke ruang pembakaran. Tipe Injeksi Langsung memiliki ruang pembakaran yang terbentuk diantara kepala silinder dan piston, dan bahan bakar diinjeksikan langsung dari nozzle injeksi ke dalam ruang pembakaran. Tekanan injkesi pada tipe ini lebih besar daripada tipe tidak langsung (Swirl Chamber)


      SISTEM PELUMASAN


      Mesin kendaraan terdiri dari bagian-bagian logam (metal parts) yang bergerak, diantaranya ada yang berhubungan secara tetap satu dengan yang lainnya. Karena gesekan pada bagian-bagian tersebut akan menyebabkan sebagian tenaga hilang dan bagian-bagian tersebut menjadi aus. Untuk mencegah hal tersebut maka pada bagian-bagian tersebut dilapisi dengan minyak pelumas. Oleh karenanya mesin kendaraan dilengkapi dengan sistem pelumasan yang berfungsi untuk mensirkulasikan minyak pelumas atau oli ke bagian-bagian yang bergesekan tersebut.
      Fungsi Sistem Pelumasan
      1. Membentuk lapisan (oil film) untuk mencegah kontak langsung logam dengan logam untuk mengurangi gesekan dan mencegah keausan dan panas.
      2. Sebagai pendingin bagian-bagian yang panas akibat gesekan.
      3. Sebagai seal (penyekat) antara piston dan dinding silinder untuk mecegah kebocoran kompresi.
      4. Mengeluarkan kotoran dari bagian-bagian mesin.
      5. Mencegah karat.
      Tipe Sistem Pelumasan
      Oli disalurkan ke bagian-bagian engine melalui beberapa cara, diantaranya :
      1. Sistem percikan
        Sistem ini digunakan pada mesin-mesin kendaraan konvensional.
      2. Sistem tekanan
        Sistem ini menggunakan pompa oli untuk mensirkulasikan oli. Hampir semua mesin kendaraan sekarang ini menggunakan tipe ini.
      3. Sistem kombinasi percikan dan tekanan
      Komponen
      Garis-garis bertanda panah menunjukkan sirkulasi oli.
      1. Oil Pan (Bak Oli)
      2. Oil Strainer (Saringan Oli)
      3. Oil Pump (Pompa Oli)
      4. Deepstick (Pengukur Permukaan Oli)
      5. Oil Pressure Switch (Sensor Tekanan Oli)
      6. Oil Filter (Saringan Oli)