Thursday, January 21, 2010

Klasifikasi Kendaraan Berdasarkan Tenaga Penggerak


Kendaraan dapat diklasifikasikan berdasarkan tipe tenaga penggerak sebagai berikut:

  • Kendaraan mesin bensin

    Kendaraan tipe ini berjalan dengan mesin berbahan bakar bensin. Karena mesin bensin menghasilkan tenaga tinggi dengan ukuran mesin yang kecil, maka mesin berbahan bakar bensin umum digunakan pada kendaraan penumpang. Mesin yang serupa juga digunakan pada mesin CNG, mesin LPG dan mesin alkohol, yang menggunakan bahan bakar dengan tipe berbeda.

    CNG: Compressed Natural Gas

    LPG: Liquefied Petroleum Gas

  • Kendaraan mesin diesel

    Kendaraan tipe ini berjalan dengan mesin berbahan bakar diesel. Karena mesin diesel menghasilkan torsi yang besar dan menawarkan keekonomisan bahan bakar, maka mesin tersebut umum digunakan untuk truk dan SUV (Sports Utility Vehicle)

  • Kendaraan hybrid

    Kendaraan tipe ini dilengkapi dengan tenaga penggerak yang memiliki tipe yang berbeda, seperti mesin bensin dan motor listrik. Karena mesin bensin membangkitkan listrik, kendaraan tipe ini tidak memerlukan sumber luar untuk mengisi ulang baterai. Sistem penggerak roda menggunakan tegangan 270V, dan arus listrik 12V.

    Sebagai contoh: selama start, kendaraan tersebut menggunakan motor listrik yang menghasilkan tenaga tinggi meskipun kecepatannya rendah. Saat kecepatan kendaraan naik, maka akan mengoperasikan mesin bensin yang lebih efisien sifatnya pada kecepatan yang lebih tinggi. Dengan cara menggunakan sebaik-baiknya ke dua tipe tenaga penggerak ini, maka gas buang dapat dikurangi dan bahan bakar dapat lebih ekonomis.

  • Kendaraan listrik

    Kendaraan ini menggunakan tenaga baterai untuk mengoperasikan motor listrik. Tidak seperti bahan bakar, baterai memerlukan pengisian ulang. Kendaraan tersebut menawarkan banyak manfaat, termasuk tidak adanya gas buang dan suara yang rendah selama pengoperasian. Sistem penggerak rodanya menggunakan tegangan 290V, sedangkan arus listrik 12V.

  • Kendaraan berbahan bakar cell hybrid (Fuel cell hybrid vehicle)

    Kendaraan listrik ini menggunakan energi listrik yang diciptakan saat bahan bakar hidrogen bereaksi dengan oksigen di udara untuk membentuk air. Karena hanya mengeluarkan air, maka kendaraan ini dianggap sebagai kendaraan dengan tingkat polusi yang paling rendah, dan diperkirakan akan menjadi tenaga penggerak bagi generasi di masa datang.


     

Cuk Otomotis Pada Karburator Sepeda Motor


Karburator adalah salah satu perangkat penting yang terdapat pada kendaraan. Karburator berfungsi sebagai pengabut bahan bakar sehingga memudahkan bahan bakar bercampur secara homogen dengan udara untuk dapat menghasilkan pembakaran yang sempurna. Pada kondisi tertentu, yaitu pada keadaan cuaca dingin atau di pagi hari, untuk memudahkan start kendaraan dibutuhkan campuran bahan bakar dan udara yang kaya. Untuk hal ini pada karburator dilengkapi dengan perangkat yang disebut dengan sistem cuk (choke system).

Pada karburator sepeda motor konvensional, sistem cuk bekerja secara manual yaitu dengan menarik tuas cuk yang biasanya terletak di bawah setang sebelah kiri. Namun pada karburator sepeda motor terkini menggunakan cuk yang bekerja secara otomatis atau disebut dengan autochoke. Dengan piranti ini memungkinkan pengendara tidak perlu menarik tuas cuk ketika sulit menghidupkan mesin di pagi hari karena Autochoke secara otomatis akan menyeimbangkan komposisi bahan bakar dan udara saat kondisi mesin masih dingin.


Cara Kerja Autochoke

Pada prinsipnya autochoke memanfaatkan thermowax untuk menggerakkan starter plunger untuk membuka dan menutup cuk. Wax yang peka terhadap suhu ini bergerak karena adanya panas akibat arus listrik yang mengalir ke PTC (positive temperatur coefficient) heater.


Posisi autochoke dan komponen di dalamnya

Pada saat mesin kendaraan tidak hidup dan temperaturnya masih dingin, volume thermowax kecil sehingga starter plunger dalam kondisi membuka lubang choke. Artinya, starter jet juga terbuka sehingga membantu memperbanyak debit bahan bakar agar mesin lebih mudah hidup.

Pada saat engine hidup dan PTC heater dialiri arus listrik maka tercipta panas yang akan membuat wax di thermowax mengembang dan menutup starter jet. Ini berati bahwa engine sudah cukup panas atau telah mencapai temperatur optimal sekitar 80 derajat celcius dan tidak perlu choke lagi. Debit bahan bakar kemudian hanya disuplai dari pilot jet dan main jet dengan volume sesuai putaran mesin atau pergeratan katup gas.




Perbedaan Autochoke pada Sepeda Motor Honda, Yamaha dan Suzuki

Autochoke pada Suzuki dan Yamaha menggunakan sensor suhu atau thermoswitch yang mengatur arus listrik ke PTC heater berdasarkan suhu mesin. Thermoswitch ini akan mendeteksi jika suhu mesin sudah panas dan kemudian akan mengalirkan arus listrik ke PTC.

Sedangkan pada Honda menggunakan dua macam sensor, yaitu ignition pulse dan engine coolant temperature (ECT) sensor. Ignition pulse adalah sensor yang mendeteksi rpm mesin. Jika Ignition pulse mendeteksi putaran mesin mencapai 700 rpm, maka Heater (pemanas) akan dialiri listrik. Sedangkan ECT adalah sensor suhu yang menggunakan cairan (coolant) yang prinsip kerjanya sama dengan thermowax. Pada sepeda motor Honda ada yang menggunakan kedua sensor tersebut dan ada juga yang hanya menggunakan Ignition pulse. Motor Honda yang menggunakan ECT umumnya adalah karena pada motor tersebut sudah menggunakan radiator. Selain itu ECT juga berfungsi untuk menyalakan indikator overheat yang bisa dilihat di papan speedometer.



Skema autochoke Honda Vario


Saturday, January 16, 2010

Knowing Engine Oil

Engine oil lubricates the various kinds of part-part of the machine.

Engine oil has four main functions as follows:

  1. Lubricate
  2. Cool
  3. Cleanup
  4. Glue


 

Attention

  • Engine oil for diesel engines and gasoline is different. Compression and combustion pressure in diesel engines is very high, and the great power given to the part-rotating parts. Therefore, the engine oil used in diesel engine oil to form a film which is very strong. However, recently has produced a second type of oil for diesel and gasoline engines.
  • Engine oil level is due to decreased engine or heat oxidation, and must be replaced periodically.


     

Classification based on oil viscosity SAE index:

This index shows where the ambient temperature of a particular oil can be used.

(For example: "10W-30")

The bigger the number, the higher the oil viscosity.


 

Oil with a viscosity index which shows the range such as SAE 10W-30 oil is called "multi-grade".

The lower the number, such as "10," the less likely the oil to harden at low temperatures. The higher the second number, such as "30," the less likely that the oil becomes thinner at high temperatures.

"W" means winter ( "winter"), shows that the viscosity is for application at low temperatures.

Friday, January 15, 2010

KNOWING TIRES

Tires are part of the vehicle in direct contact with the road. Therefore must have some requirements for ride comfort.

Function

  1. As part of the power train system so that the vehicle can run.
  2. As part of the braking system that allows to stop the vehicle.
  3. As part of the steering system that determines the direction of the vehicle.
  4. As part of the suspension system which allows the shock damping due to road conditions, which then suppressed again by the suspension, so get comfortable in driving.


Tire Type



  1. Bias Tires. Bias tire construction was stacked threads crossed each other. Number of plies more than the radial tire. Therefore, the bias tires can hold more weight and thus more widely used in commercial cars.
  2. Radial Tires. Radial tire is a tire yarn construction there is only one or two layers of stacked woven around the tires. Therefore, softer walls so that the radial tire more comfortable to wear and suitable for use in passenger cars. In the radial tire was also reinforced with a layer of the tread of steel wire. The effect, more stable control. This is different from bias tires that do not have steel in the tread.
  3. Light Van Radial Tire (LVR)LVR is a combination of tires bias tires, radial.



Tire compound

Tire compound means forming materials that the number of tires could reach hundreds of elements. Each manufacturer has a different compounds which may be quite difficult to do measurements. But if you want to know the hardness can be done by using a tensile meter.

Highway tire compound will usually softer than the tires for off-road. Trend road tires now is to use a soft compound tire. However, as the use of tires, this compound has aging (age consumed, red). Usually the tires so much harder because of the heat.

Then came the new technology, such as the so-called dual-layer tread. In this type, there are two types of compounds on the same tires, the 50 percent outside the original compound and underneath the softer compound.

Outside the compound will be further eroded as hard and usage. While inside the compound is like a half-baked. Because of aging, the tires so hard. Once the outer layer of the compound out, violence is the equivalent compound in a compound outside when new.



Age Use

There are six factors that can affect tire wear age.



  1. Weight. Each different car tires based on it consumption. In addition, the use of cars is often used alone or full load affects the age of the tire wear. Certainly, the age would be reduced by using a full load.
  2. Air pressure must be fitted. Less pressure to reduce 50% 78% aged tires.
  3. Tire rotation. Rotated tires properly aged longer useful life.
  4. False wheel alignment would make the tires wear out faster.
  5. Route. Concrete roads lead to higher wear than the asphalt.
  6. Driving habits. Speeding, zig-zag and often brake would make a faster tire wear.



Size



Size of tire is listed on the tire wall to show its size. Since nearly all cars are already using radial tire, the tire is only clues are discussed.





Suppose Size = 185/65R14



Mean,

185 = tire width (mm),

65 = 65% tire profile of the width of the tire,

R = radial

14 = rim diameter (inches).

Tuesday, January 12, 2010

Combi Brake System (CBS)



Combi Brake System (CBS) pada skutik baru Honda Vario CBS Techno pada prinsipnya dibuat untuk memudahkan pengendara melakukan pengereman yang lebih ideal. Ketika tuas rem belakang (tuas kiri) di tekan, secara otomoatis rem depan juga akan ikut melakukan pengereman. CBS sangat pas untuk pengendara yang hanya terbiasa menggunakan rem belakang. Dengan fitur ini resiko roda belakang mengunci bisa dikurangi karena rem depan juga ikut mengurangi kecepatan dengan proporsi yang ideal.
CBS Hanya Braking Assist (membantu pengereman)
Yang perlu diingat, karena bersifat membantu (assist), pengereman yang dilakukan oleh CBS tidak sepenuhnya ideal. Seharusnya pengereman yang benar lebih kuat di depan, proporsinya kurang lebih 60% di depan dan 40% di belakang. Namun di CBS proporsinya 65% di belakang dan di depan sekitar 35% (ketika tuas rem kiri saja yang ditekan). Dengan CBS kedua roda ikut berhenti meski proporsi rem depan belum sepenuhnya sempurna. Namun kemungkinan roda belakang mengunci tetap bisa dikurangi dan jarak pengeremannya juga jadi lebih pendek. Kemudahan ini tentunya sangat menguntungkan bagi pengendara pemula atau para wanita. Namun demikian meski menggunakan CBS, idealnya harus tetap belajar pengereman dengan baik dan benar (rem depan dan belakang) agar proporsi remnya bisa sempurna.

Cara Kerja CBS

Komponen terpenting pada CBS adalah adanya kabel penghubung antara tuas rem depan dan rem belakang yang disebut dengan kabel konektor. Dengan adanya kabel konektor ini, ketika rem belakang di tekan rem depan juga akan ikut tertekan.


Ketika tuas rem belakang ditekan, satu kabel dari tuas akan menarik equalizer yang bercabang ke dua kabel. Satu kabel langsung ke rem belakang dan satu kabel lagi ke kabel konektor. Kabel konektor ini akan menarik knocker untuk mendorong piston hidrolik di master rem depan.  Proporsi remnya tidaklah serta merta sama. Ketika tuas rem belakang ditekan sedikit yang berhenti hanya roda belakang. Makin dalam lagi menekan tuas rem belakang, rem depan baru akan mulai ikut melakukan pengereman. Makin dalam lagi sampai mentok, hanya rem belakang yang makin kuat pengeremannya (rem depan tidak nambah lagi).


Mekanisme di tuas rem depan dan belakang

Bila dihitung persentasenya, pada CBS ini rem belakang bisa mengerem dengan kemampuan maksimum sampai 100%, sedang rem depan hanya memiliki porsi sekitar 70%. Kalau daya cengkram rem depan mau ditambah hingga 100% tetap harus tekan tuas rem depan (tuas sebelah kanan).

Equalizer


Ketika menekan tuas rem belakang, pengereman CBS baru akan bekerja. Tapi kalau hanya rem depan saja, maka CBS tidak bekerja. Hal ini karena di master rem depan, knocker joint yang juga tersambung dengan rem belakang tidak bekerja seperti ketika tuas rem belakang ditarik. Yang ditawarkan CBS ini, lebih memfokuskan pengereman di sektor buritan alias rem belakang. Ada nama part yang disebut equalizer. Part inilah yang menghubungkan antara rem depan dan belakang melalui slink atau kabel besi layaknya kabel gas atau kabel rem sepeda. Letaknya, ada di hendel rem belakang (sebelah kiri).
Sedangkan di panel rem depan, hanya ada knocker dan knocker joint. Ketika menekan rem depan, konektor tersebut tidak akan bergerak. Tetapi ketika kita menarik rem belakang, maka konector joint itu juga akan menarik knocker di master rem depan. Makanya, langkah atau metode ini yang menyebabkan kedua rem bisa berfungsi. Tapi porsi kekuatannya, tidak akan melebihi jika kedua tuas rem ditarik secara bersamaan ketimbang hanya tuas rem belakang aja yang ditarik.
Selain itu, equalizer juga mengatur penuh jarak main tuas rem belakang sehingga jarak main tuas rem nggak kebablasan dan berfungsi seperti biasanya. Sehingga mekanisme CBS pada Vario Techno takkan mempengaruhi kerja rem depan bila kampas rem belakang mulai tipis. Artinya, tuas rem depan tetap akan tertarik seperti biasa tanpa harus ngelock, meski tuas rem belakang ditarik full.

Penggantian kampas rem belakang


Jika dirasa kampas rem sudah tipis dan perlu diganti, dapat diyakinkan dengan melihat posisi jarum penunjuk batas keausan atau batas penggantian kampas sebagai indikator ada di panel kampas rem belakang.
1.       Jika posisi jarum penunjuk sudah ada di belakang tanda atau melewati batas tanda pada saat tuas rem ditarik penuh, maka perlu untuk segera mengganti kampas rem belakang dengan yang baru.
2.       Tapi jika posisi jarum penunjuk masih ada di tengah, namun kemampuan pengereman belakang sudah mulai berkurang, maka disarankan untuk penyetelan ulang mur penahan batang pengait atau paha ayam yang ada di ujung kabel rem, sehingga jarak main tuas rem belakang akan kembali seperti semula dan nggak terlalu dalam.
Untuk penggantian kampas rem belakang baru CBS Techno disarankan untuk menyeting ulang mur penyetel (adjuster) knocker joint yang ada di bagian bawah master rem. Hal ini perlu dilakukan, sebab saat ganti kampas rem belakang semua peranti harus dicopot, termasuk mur adjuster. Tujuannya agar proses pemasangan lebih mudah dan ketika dipasang kembali, jarak main knocker joint sudah pada posisinya.
Mengingat jarak main knocker joint dengan equalizer sangat mempengaruhi kemampuan kerja CBS secara keseluruhan, pastikan bahwa setingan mur adjuster sudah tepat. Jika tidak yakin, maka serahkan pad ahlinya.

Referensi :