Tuesday, February 2, 2010

SISTEM PENDINGINAN (1)

Prinsip Pendinginan Pada Mesin Kendaraan

Prinsip sistem pendinginan pada mesin kendaraan adalah mempertahankan suhu mesin sekitar 80o ~ 90o. Kondisi mesin kendaraan pada kisaran suhu tersebut dianggap kondisi paling optimal untuk menghasilkan pembakaran yang sempurna. Kondisi mesin di bawah kisaran suhu tersebut menyebabkan suhu pemampatan gas di bawah kondisi ideal. Akibatnya ada sebagian gas yang tidak terbakar sehingga tenaga mesin berkurang dan boros bahan bakar. Kondisi suhu mesin di atas kisaran tersebut menyebabkan suhu pemampatan gas terlalu panas. Akibatnya gas akan terbakar sebelum waktunya. Tenaga ledakan pembakaran tidak tepat waktunya untuk mendorong piston. Alhasil, tenaga mesin pun juga berkurang dan boros bahan bakar.

Model Pendinginan

Sistem pendinginan pada mesin kendaraan dibedakan menjadi dua macam, yaitu :

  1. Sistem Pendingan Udara (Air Cooling)

    Sistem pendinginan ini adalah dengan memanfaatkan aliran udara. Pada kendaraan bermotor, aliran udara diperoleh dari udara alami, seperti sistem pendinginan pada sepeda motor atau dengan menggunakan kipas angin seperti pada mesin stasioner.

    Mesin yang menggunakan sistem pendinginan udara, pada dinding luar blok silinder terdapat sirip-sirip pendingin yang berfungsi untuk mempercepat proses pelepasan panas ketika ada aliran udara

  2. Sistem Pendinginan Air (Water Cooling)

    Sistem pendinginan ini menggunakan media air untuk mendinginkan mesin. Air disirkulasikan pada bagian-bagian mesin yang panas menggunakan pompa air. Setelah menyerap panas, air kemudian didinginkan melalui radiator. Air yang sudah dingin disirkulasikan kembali ke mesin dan seterusnya sehingga juga mesin terjaga.

    Mesin yang menggunakan sistem pendinginan air, pada kepala dan blok silinder terdapat rongga-rongga yang merupakan saluran air pendingin (Water Jacket).

No comments:

Post a Comment

Post a Comment